WajibNulis - Lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2X100 Mega Wat (MW) Provinsi Riau, dinilai lebih tepat di daerah Peranap Kabupaten Pelalawan. Penilaian ini berdasarkan bahan baku tenaga uap batu bara lebih banyak di daerah Pelalawan tersebut yang mencapai 7,2 milar ton. Sehingga, dari segi ekonomis, penyediaan bahan bakunya akan lebih irit dan dekat dengan lokasi PLTU nantinya.
Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit menyatakan hal tersebut terkait rencana pembangunan PLTU di Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Menurut Mambang, proyek pembangunan porgram 10.000 MW pemerintah pusat tersebut perlu dipastikan lokasinya di Peranap Pelalawan. Hal ini merupakan tindakan strategis bagi penyediaan tenaga listrik jangka panjang untuk Riau. Sehingga, proses pengerjaan pembangunan akan segera dilakukan.
"Secara ekonomis dan pertimbangan dari segi lainnya, lokasi pembangkit PLTU itu sangat strategis di Peranap. Karena daerah ini memupunyau cadangan batu bara yang berlimpah hingga 7,2 miliar ton sebagai bahan operasional PLTU. Hal ini sangat mendukung listrik Riau dari segi apapun untuk jangka panjang,"ungkap Mambang.(Surya)
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Minggu, 31 Januari 2010
Kamis, 28 Januari 2010
WajibNulis - Buku Jawaban Dari Cikeas saat ini juga dijajakan di lampu merah kota Pekanbaru. Buku Gurita Cikeas juga dijajakna oleh para penjual yang sama di sejumlah titik lampu merah. Harga buku yang bertemakan saling kontraversi terkait yayasan Cikeas itu Rp.50.000 per satu eksemplar.
Bagi yang selama ini merasakan sulit mencari buku-buku tersebut telah bisa mendapatkannya secara mudah di titik yang ada lampu merahnya, persimpangan jalan Sudirman dan jalan Nangka (T.Tambusai).
Para penjual buku yang kontroversial tersebut mengaku masih banyak peminat buku itu. Umumnya pembeli kebanyakan dari pengguna jalan yang pakai kendaraan roda empat. Mereka telah memulai menjual buku itu sejak sepekan terakhir. Omsetnya relatif meningkat dan banyak dibandingkan dari penjaja koran di tempat yang sama.(Surya)
Bagi yang selama ini merasakan sulit mencari buku-buku tersebut telah bisa mendapatkannya secara mudah di titik yang ada lampu merahnya, persimpangan jalan Sudirman dan jalan Nangka (T.Tambusai).
Para penjual buku yang kontroversial tersebut mengaku masih banyak peminat buku itu. Umumnya pembeli kebanyakan dari pengguna jalan yang pakai kendaraan roda empat. Mereka telah memulai menjual buku itu sejak sepekan terakhir. Omsetnya relatif meningkat dan banyak dibandingkan dari penjaja koran di tempat yang sama.(Surya)
Langganan:
Postingan (Atom)