WajibNulis - Adanya indikasi kecurangan karya ilmiah dari ribuan guru di Provinsi Riau, ditanggapi bijak oleh ketua PGRI Riau Isjoni Ishaq. Menurut Isjoni, ribuan guru yang mengajukan pangkat selama ini merupakan abdi negara yang telah mengabdi dengan segala keterbatasannya.
Disisi lain, ribuan guru di Riau telah berkomitmen membuat karya ilmiah sendiri sesuai dengan segala keterbatasan tersebut. Kesibukan para guru itu perlu dipertimbangkan terkait dugaan pemalsuan karya ilmiahnya.
Menurut Isjoni, para guru di Riau telah mencoba memenuhi segala persyaratan kenaikan pangkat mereka, termasuk karya ilmiah tersebut dengan cara yang sah. Namun, dalam perkembangannya, karya ilmiah asli sejumlah guru selalu kandas dan tidak diakui. Sejumlah oknum melihat kenyataan ini sebagai peluang dan menawarkan jasa karya ilmiah tersebut.
Sehingga, Isjoni menilai hal ini perlu dipertimbangkan oleh berbagai pihak untuk memproses guru yang hanya sebagai korban calo karya ilmiah tersebut.(Surya)
Tampilkan postingan dengan label Hukum Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum Kriminal. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 13 Maret 2010
Selasa, 02 Februari 2010
Kolding Cut Nyak Dien Digusur
WajibNulis - Pedagang es buah kolak dingin (kolding) yang berada di kawasan jalan Cut Nyak Dien terkena razia dan digusur oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru. Kedatangan satpol PP tersebut terang saja membuat para pedagang kolding komplain.
Namun, mendengar larangan dari satpol PP tersebut, sejumlah pedagang kolding menilai tidak ada keselahan mereka untuk parkir dan berjualan di kawasan perkantoran pemerintahan provinsi Riau tersebut.
"Kami tidak ubahnya parkir seperti mobil lainnya di kawasan ini. Mengapa kami juga dilarang aprkir, sementara mobil lainnya juga parkir disini. Tidak habis pikir dengan kebijakan pemko ini. Kita kan berusaha,"ungkap seorang pedagang kepada RiauInfo.]
Sementara itu, satpol PP Pekanbaru mengaku hanya melakukan penertiban terhadap para pedagang kolding yang sering memaki badan jalan di kawasan Cut Nyak Dien tersebut. Penertiban terkait adanya indikasi pemakaian trotoar jalan oleh para pedagang kolding.(Surya)
Namun, mendengar larangan dari satpol PP tersebut, sejumlah pedagang kolding menilai tidak ada keselahan mereka untuk parkir dan berjualan di kawasan perkantoran pemerintahan provinsi Riau tersebut.
"Kami tidak ubahnya parkir seperti mobil lainnya di kawasan ini. Mengapa kami juga dilarang aprkir, sementara mobil lainnya juga parkir disini. Tidak habis pikir dengan kebijakan pemko ini. Kita kan berusaha,"ungkap seorang pedagang kepada RiauInfo.]
Sementara itu, satpol PP Pekanbaru mengaku hanya melakukan penertiban terhadap para pedagang kolding yang sering memaki badan jalan di kawasan Cut Nyak Dien tersebut. Penertiban terkait adanya indikasi pemakaian trotoar jalan oleh para pedagang kolding.(Surya)
Kamis, 28 Januari 2010
Massa Membakar Boneka Wakil Presiden
Ratusan massa dari berbagai kelompok telah melakukan aksi unjuk rasa di Pekanbaru. Aksi untuk menuntut 100 hari kinerja kabinet SBY-Boediono tersebut kian memanas dan memuncak di jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Kamis (28/01/01) ini. Akibatnya, jalan protokol Kota Bertuah ini diblokir oleh aksi tersebut.
Konsentrasi massa lebij terpusat di depan gedung Bank Indonesia Pekanbaru. Alasan massa untuk berkonsentrasi dinilai dari latar belakang Boediono mantan Gubernur BI dan juga masalah Bank Century yang tidak terbuka hingga saat ini.
Massa juga menutup gerbang masuk kantor BI Pekanbaru dengan menyegel dan menduduki pintu tersebut. Keramaian aksi massa tersebut telah memacetkan akses jalan Sudirman. Namun aksi tersebut berlangsung sementara ketika aparat keamanan melakukan penertiban massa agar tidak menutupi badan jalan. Sehingga jalur jalan Sudirman berangsur pulih. Namun massa masih bertahan di pintu gerbang kantor BI Pekanbaru.(Surya)
Konsentrasi massa lebij terpusat di depan gedung Bank Indonesia Pekanbaru. Alasan massa untuk berkonsentrasi dinilai dari latar belakang Boediono mantan Gubernur BI dan juga masalah Bank Century yang tidak terbuka hingga saat ini.
Massa juga menutup gerbang masuk kantor BI Pekanbaru dengan menyegel dan menduduki pintu tersebut. Keramaian aksi massa tersebut telah memacetkan akses jalan Sudirman. Namun aksi tersebut berlangsung sementara ketika aparat keamanan melakukan penertiban massa agar tidak menutupi badan jalan. Sehingga jalur jalan Sudirman berangsur pulih. Namun massa masih bertahan di pintu gerbang kantor BI Pekanbaru.(Surya)
Rabu, 27 Januari 2010
Demo Seratus Hari SBY-Boediono
PEKANBARU (RiauInfo) - Ratusan polisi telah siaga menjaga jalannya aksi unjuk rasa yang direncanan sejumlah kelompok massa di Pekanbaru, Kamis (28/01/10) ini. Terdapata sejumlah titik konsentrasi penjagaan oleh pihak kepolisian dalam aksi massa yang akan menggelar aksi turun ke jalan terkait 100 hari kabinet SBY-Boediono tersebut.
Diantaranya dalah kawasan jalan Sudirman depan gedung DPRD Riau, sdepan Kejaksaan Tinggi Riau, depan kantor Gubernur dan Mapolda Riau dan depan taman makam pahlawan yang semuanya juga di jalan Sudirman tersebut.
Poltabes Pekanbaru mencatat sedikitnya lebih dari lima kelompok massa yang akan turun ke jalan dalam aksi demonstrasi hari ini. Menurut Kabag Ops Poltabes Pekanbaru Kompol Muji Suprayitno, kelompok massa yang akan menggelar aksi turun ke jalan hari ini diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR), BEM Universitas Islam Riau (UIR), BEM Universitas Islam Negeri (UIN) Suska, Gerakan Mahasiswa dan Pelajar Riau (GEMPUR), GEMA, LIBAS.
Sementara itu, untuk penjagaan aksi, Poltabes Pekanbaru menurunkan sekitar 400 personilnya. Penjagaan tetap dilakukan untuk penertiban aksi tersebut. Dari pantauan RiauInfo, puluhan massa telah terlihat berkumpul di depan taman makam pahlawan saat ini. Mereka mengaku sedang menunggu kelompok massa lainnya untuk melakukan aksi hari ini.(Surya)
Diantaranya dalah kawasan jalan Sudirman depan gedung DPRD Riau, sdepan Kejaksaan Tinggi Riau, depan kantor Gubernur dan Mapolda Riau dan depan taman makam pahlawan yang semuanya juga di jalan Sudirman tersebut.
Poltabes Pekanbaru mencatat sedikitnya lebih dari lima kelompok massa yang akan turun ke jalan dalam aksi demonstrasi hari ini. Menurut Kabag Ops Poltabes Pekanbaru Kompol Muji Suprayitno, kelompok massa yang akan menggelar aksi turun ke jalan hari ini diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR), BEM Universitas Islam Riau (UIR), BEM Universitas Islam Negeri (UIN) Suska, Gerakan Mahasiswa dan Pelajar Riau (GEMPUR), GEMA, LIBAS.
Sementara itu, untuk penjagaan aksi, Poltabes Pekanbaru menurunkan sekitar 400 personilnya. Penjagaan tetap dilakukan untuk penertiban aksi tersebut. Dari pantauan RiauInfo, puluhan massa telah terlihat berkumpul di depan taman makam pahlawan saat ini. Mereka mengaku sedang menunggu kelompok massa lainnya untuk melakukan aksi hari ini.(Surya)
Langganan:
Postingan (Atom)